Tuesday, December 1, 2009

HAJAR: Bunda Sang Nabi 3

2: MENJADI SYIFKHAH KELUARGA AZAR



DI luar gerai sahaya tersebut, telah menunggu tujuh orang pria. Wajah mereka menyenangankan,mengenakan jubah panjang serta memegang tongkat gembala. Pemandangan ini sangat berlawanan serta ganjil ditempat tersebut. Ketika Sarah mendekat, Hajar tahu mereka adalah para pengawalnya. Penampilan mereka seperti gembala hanyalah satu penyamaran.

"Mardi," seru Sarah kepada salah seorang dari mereka, seorang pria setengah baya dengan janggut pendek seperti orang Babel. "Ini Hajar."

Sang pria itu melirik sigadis kecil. Sarah dengan cepat berkata, "Dia seorang perawan, dan akan tetap demikian."

Peria itu mengeryit dahinya, tetapi menganggok dengan patuh. Ya, Nyonya," gumamnya.

Sarah, sambil tetap mengandeng Hajar, berjalan paling depan, dan para pengawal mengikutinya dibelakang. Mereka melewati pasar sahaya dengan para tawanan yang berdiri dala gerai gerai, atau lorong lorong, dan ada juga yang berdiri di tempat terbuka. Para sahaya tersebut ada yang sekeluarga, lelaki dewasa, gadis muda, pemuda bahkan bayi. Semuanya tanpa pakaian; semuanya tampak putus asa.

Hajar menarik nafa lega, mensyukuri keberuntungannya.

Setelah mendiami Haran selama empat tahun, Hajar tahu bahawa kota itu paling terkenal kerana pasarnya, termasuk pasar sayur sayuran, barang dagangan dari seluruh penjuru dunia dan pastinya, pasar sahaya. Mereka melewati kuil yarah, yang menandai jalan masuk kedaerah dagang tersebut. Hajar melayangkan pandangannya tanpa rasa sedih pada ziggurat itu, anak tangganya yang gelap menjulang tinggi kelangit biru. Di puncak kuil itu telah ia telah melalui banyak malam bulan purnama, untuk pemujaan dewa bulan.

Sementara mereka berjalan, Sarah bertanya sahaya barunya.

"Ceritakan tentang dirimu. Apakah kau memang dilahirkan sebagai sahaya?"

Hajar menggeleng. "Baru lima tahun terakhir. Sebelumnya keluarga ku adalah orang yang merdeka."

"Bagaimana keluarga kamu sampai menjadi sahaya?"

"Bendang ayahku di Mesir tak berhasil sehingga ia terpaksa mengadai kebebasannya."

"Apakah mereka telah mencerai beraikan keluarga mu?"

"Ya. Mulanya mereka telah menjual ayah, kemudian ibu dengan adik ku yang masih bayi. Kemudian aku."

"Itu pasti menjadi saat saat yang paling sulit bagi keluarga mu."

"Ya, Nyonya. Kami tidak tahu bahawa mereka akan berbuat begitu terhadap kami. Ayah memohon sangat sangat agar kami tidak dipisah pisahkan ketika ia menyetujui untuk menjadi sahaya demi membayar hutang kami. Tapi para pemberi hutang tidak peduli, mereka menjual ayah kepada penawar yang pertama."

"Apakah ayah mu menyerah begitu sahaja?"

"Tidak. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana mereka menyeret ayah pergi dalam keadaan pengsan. Darahnya berjejeran. Aku masih dapat mendengar tangisan dan jeritan ibuku."
sarah menghela nafas. "Dan kemudian mereka membawa ibumu?"
"Ya, dengan adiku ku yang masih bayi. Mereka mengatakan ibuku akan di jadikan ibu susu."
"Oh ya, mereka akan mendapat wang yang banyak kerana itu."
Seketika kemudian mreka melewati serangkaian rumah tinggal yang dibuat dari lumpur dengan atap yang meruncing serta dapurnya berada diluar rumah. Mereka berjalan menyelusuri tepian sungai Balikh, serta melewati beberapa pasar. Hajar telah pernah melihat semuanya. Ia hampir hampir tidak melirik aneka dagangan berupa pakaian, buah buahan, alatan perhiasan, senjata senjata serta rempah ratus yang harum baunya seolah olah berasal dari tempat yang jauh dan tidak di ketahui.
Sarah menunggu sehingga mereka melewati satu kerumunan orang ramai sebelum melanjutkan pertanyaannya. "Jadi, kau adalah satu satunya anggota keluarga mu yang tertinggal ditempat penjualan sahaya. Apa yang telah mereka lakukan kepada mu?"
"Aku telah dibeli oleh seorang pedagang sahaya dam membawa ku pergi dari Mesir. Leih kurang setahun kemudian ia telah menjualku di sini, di kota Haran."
"Pasti itu adalah tahun yang sangat menakutkan kamu."
"Benar Nyonya. Aku terus menerus menangis disepanjang tahun itu."
Sarah berkata dengan lembut. "Sekarang kau terlihat begitu ceria. Bagaimana kau dapat pulih dari pengalaman yang menakutkan itu?"
"Seorang sahaya lain membantuku. Katanya aku akan mati kerana sedih atau aku dapat melupakan segala kejadian itu dan terus hidup. Pilihan ada ditangan ku. Aku memutus kan untuk tetap hidup."
"Kau membuat keputusan itu ketika masih berusia empat tahun?" Sarah menatap sahayanya dengan mata terbelalak.
"Lima tahun Nyonya. Antara umur empat dan lima tahun, aku menjadi dewasa."
"Ya, aku percaya katamu. tidak menghairankan kau lebi dewasa dari usiamu. Baiklah, sekarang ceritakan kepadaku tentang majikanmu yang terakhir. Apakah dia baik kepadamu?"
"Ya, sangat baik. Dia seorang saudagar di Haran. Dia membeliku untuk putranya yang seusia denganku. Aku akan dinikahkan dengannya apabila puteranya cukup dewasa."
"Tapi kenapa dia......"
"Kira kira sebulan lalu, anaknya jatuh sakit. Dia diserang demam teruk sehingga meninggal. Majikanku tidak memerlukan aku jadi dia memutuskan untuk menjualku."
"Oh, begitu." Sarah melangkah dalam diam disisi sahaya barunya.
Hanya tekanan lembut sekali kali pada tangannya yang memberi petunjuk kepada Hajar tentang apa yang sedang difikirkan oleh majikan barunya. Mereka terus berjalan sehingga merka sampai di sekumpulan khemah berwarna hitam.
"Ini rumah barumu, Hajar." Sarah memerintahkan para pengawalnya bubar dengan sebuah anggukan kepala serta menghampiri khemah terbesar di perkhemahan tersebut. "Kita tidak boleh berisik.Aazar mungkin sedang tidur."
Hajar gementar dan tidak sabar. Dia akan segera bertemu dengan keluarga barunya, Aazar siketua kaum,salah seorang lelaki terkaya di Pada-Aram, Ibrahim putranya, suami Nyonyanya. Dan siapa lagi?
Mereka baru saja memasuki khemah tersebut, ketika seorang pemuda keluar dari situ. Ia bertubuh tinggi, rambutnya yang coklat dan ikal membingkai wajahnya yang licin tanpa janggut. Hajar menduga usianya kira kira empat atau lima tahun lebih tua darinya. Sepasang matanya yang tanpa malu mengamati Hajar dari atas kebawah. Untuk sejenak ia merasa tidak selesa dengan kejadian itu.
"Wah!" Pemuda itu berseru, bibirnya yang tipis menyeringai. "Babu baru Makcik Sarah. Cantik sekali."
"Ini anak saudaraku, Lut," Kata Sarah. "Lut, ini syifkhah baru ku, Hajar."
Ia tampaknya menekan kata 'syifkhah' tersebut.Kata itu bererti 'sahaya perempuan pembantu peribadi'. Ini menunjukkan suatu kedudukan yang istemewa. Hajar merasa senang kerana ia tidak di sebut babu, kata yang umum di gunakan untuk sahaya perempuan biasa. Mungkin juga penekanan pada kata tersebut sebagai peringatan kepada Lut. Namun, mengapa harus ada peringatan? Hajar melirik Lut. Wajahnya yang tampan membersit seringai menantang.
"Ah, Makcik Sarah, Makcik tak perlu berkata begitu. Makcik tau, aku tak akan......"
Mengapa kau tak menggembala ternakanmu?" Tegur Sarah.
"Aku datang menziarahi datuk." Pemuda itu menjawab. Pakcik Ibrahim mengatakan keadaan datuk sedang tenat."
"Dimana Pakcikmu, Ibrahim?"
"Ada di sana." Lut memalingkan kepalanyakesebuah khemah disamping khemah besar itu dan kemudian memandang seraya menyeringai nakal kepada Hajar. "Hingga bertemu lagi,Syifkhah."
Gaya bicaranya seolah mengejek kwika mengucapkan kata it. Hajar tidak menyukainya dania akan berusaha sedapat mungkin menghindari pemuda itu.
Sementara pemuda itu melangkah pergi, Sarah mengikuti dengan pandangan matanya sambil menggrleng gelengkan kepalanya. "Ayahnya sudah meninggal dan sekarang ia tinggal dengan kami. Aku harap Ibrahim tidak akan membawanya serta kalau kami pindah nanti. Tapi ku fikir kami harus."
"Pindah?" Hajar merasa cukup percaya kepada nyonya barunya sehingga ia berani menajukan sebuah pertanyaan. "Mengapa kalian akan pindah?"
Sarah menatap wajah Hajar tepat. "Abraham telah menerima wahyu dari Allah agar kami segera berpindah kesebuah negeri yang baru. Aku tidak tau mengapa. Tanah disini sama suburnya dengan tanah ditempat lain serta keluarga kami telah selesa disini. Tapi ini adalah perintah Allah yang tidak bisa kami ingkari."
Ia melambaikan tangan kearah kumpulan khemah dan rumah beratap kerucut. Tampak jelas keluarga Aazar hidup dikhemah khemah dan juga dirumah rumah. Hajar berfikir bahawa membangun khemah adalah wajar, tetapi mengapa pula harus mendirikan bangunan yang lebih kekal dari tanah liat dan batu bata? Apakah sebahagian diantara mereka bermaksud berpindah, dan sebahagian lainnya akan tetap kekal tinggal di Haran? Kalau begitu berapa ramai orang yang akan berpindah?
Namun, dia harus menunggu untuk bertanya. Sarah telah menanggalkan sandalmya. Ia membimbing Hajar masuk kedalam khemah tersebut.
Khemah besar ini dihiasi dengan pelbagai perabutan. Karpet yang diinjak oleh kaki Hajar uang telanjang sangat lembut dan nyaman. Peti peti serta meja meja, hiasan dinding dan lampu gantung mengelilinginya dengan penataan yang teratur. Tercium pula bau dupa yang dibakar. Harum sekali, namu begitu sesekali tercium juga bau obat obatan.
Di tengah tengah khemah terbaring sang ketua kaummyang telah tua, kepalanya disangga setumpukan bantal. Jubah lenannya yang polos tidak menutupi sepasang kakinya yang kurus kering. Rambut dan janggutnya telah putih, namun wajahnya yang cengkung tidak terlalu berkeriput. Sepasang matanya yang jernih dibawah sepasang alis matanya yang putih mengamati kedua pengunjungnya.
"Ayah," ujar Sarah lembut. "Ini adalah syifkhak baruku. Namanya Hajar. Dia berasal dari Mesir."
Lelaki itu mengangguk. "Kesinilah, nak." Hajar melutut disisinya. Selama empat tahun terakhir masa masa perhambaannya,ia mengurus ayah tuannya yang tua renta sampai saat meninggalnya. Ia tahu sedikit sebanyak bagaimana merawat orang yang telah mendekati ajal.
"Bagaimana aku dapat melayanimu, Datuk."












Sunday, November 29, 2009

HAJAR: Bunda Sang Nabi 2

Imbang Penuh "Izinkanlah aku tuan! Aku berjanji akan mendapatkan harga yang terbaik untuk tuan! Izinkan aku melakukannya sendiri! Bolehkan?"



"Baiklah. Itu boleh kau coba." Kata lelaki itu sambil melanglah keluar dari gerainya, namun masih cukup hampir untuk dapat melihat dan mendengar apa yang akan berlaku.



Seorang peria bertubuh sasa mendatangi gerai. Dibawah sepasang alis matanya yang tebal, matanya menkilat tika menatap gadis kecil tanpa baju dihadapannya itu. Kedua tangannya sebentar dikepal dan sebentar dibuka dengan gugup. Ia mengatupkan bibirnya, berbetulan airliurnya menetis kejanggutnya yang pendek.



"Ah! Ah!! Seperti ini lah yang aku inginkan. Tepat....tepat sekali!"



Ia menghulurkan tannya untuk menjamah dada sigadis kecil yang ketakutan.



"Kemarilah! Aku punya hak untuk......"



Sang majikan sigadis itu bergegas masuk kegerainya, mendorong lelaki tersebut. "Hei, kau tidak ada hak untuk menjamah daganganku. Jauhkan tanganmu yang kotor itu!"



Sang calon pembeli mundur menyingkir. Matanya melotot. "Tapi, bukankah dia hanya saorang sahaya!" Sergahnya. Aku ada hak untuk......Ahh, sudahlah. Berapa harganya?"



"Enampuluh keping wang perak."



"Enampuluh? Benda apa dia ini? Apakah dia terbuat dari emas?....Aku bayar duapuluh perak."



"Enam puluh dan tidak ada tawar menawar."



Lelaki itu menggelengkan kepalanya. "Aku boleh membeli tiga orang sahaya dengan enam puluh perak itu."



"Kalau begitu, beli sajalah disana!" Bentak sang majikan. Lelaki itu berbalik dan bergegas keluar dari gerai.



Gadis kecil itu berpaling menghadap majikannya. "Terimakasih, Tuan."


Sang majikan mengernyit matanya kepada gadis kecil itu. "Klu tidak pernah......." ia menggelengkan kepalanya. "Apakah kau masih mau menjual dirimu sendiri?"


"Ya Tuan. Tapi...... tuan tolong tetap disini saja."


Sang majikan mengangguk dan kemudian melangkah kehadapan gerainya.


Sebentar kemudian masuk seorang wanita berwajah cantik kegerainya. Tulang pipinya tinggi dengan sepasang alis hitam dan bibir yang merah. Dia mengenakan pakaian gaya Babel dengan tiara yang tinggi, ikat kepala dari tembaga, gaun panjang dari kain lenan tipis berwarna biru dengan sulaman benang emas pada bahagian bawahnya. Ikat pinggangnya terbuat dari emas. Ia berjalan dengan kepalanya terangkat dan bahu tegak.


Sigadis kecil tersenyum. "selamat pagi, Nyonya." Sapanya.


Perempuan yang kelihatan kaya raya itu membalas senyumannya. "Wah," katanya, suaranya halus merdu berirama, "Kau benar benar saorang sahaya yang ceria!"


"Ada banyak hal yang harus saya syukuri," kata sang gadis, "Saya berharap saya akan segeran dibeli oeleh wanita tercantik di Haran!"

Perempuan itu tertawa kecil. "Dan mengapa aku harus membeli mu?"

"Kerana aku patuh, pandai, cantik.... dan sangat rendah hati!"

Perempuan itu tergelak lagi. "Aku tidak dapat membayangkan kamu sebagai sahayaku. Tingkah laku musama jauh sekali seperti sahaya!"

"Majikanku itu," sigadis menunjuk lelaki yang berada didepan gerai, "telah mengizinkan aku menjual diriku sendiri. Aku diberi izin untuk melakukan tawar menawar dengan nyonya. Jadi berapakah harga yang nyonya tawarkan untukku?"

"Dan berapa kau fikir harga yang pantas untukmu?" Tanya wanita tersebut. Sepasang matanya berbinar binar.

"Tadi barusaja ada seorang lelaki ingin membeliku. Majikan ku menetapkan seharga enampuluh perak. Dia menolak. Dia kurang pintar; aku sekurang kurang nya berharga enam puluh. Selain itu, aku juga sudah berjanji kepada majikanku untuk menawarkan harga yang terbaik untuk diriku."

Wanlta itu menggeleng gelengkan kepalanya dengan rasa hairan. "Aku tak dapat mempercayainya! Belum pernah lagi ak....." Ia berpaling kepada majikan gadis itu didepan gerai. "Apakah ini benar? Apakah ia diizinkan melakukan semua ini sendiri?"

"Benar nyonya," kata sang majikan. Ia cukuo cerdik untuk tidak berkata apa apa lagi.

"Kalau begitu......," permuan itu kembali menatap si gadi kecil. Ia mengusap dagunya. "Aku akan membayarmu dengan enampuluh wang perak. Setuju?"

Sang majikan terperanjat. "Begitu banyak?" Ia bergegas masuk. "Setuju. Setuju. Setuju sekali!"

Perempuan itu menghitung wangnya dan memasukan kedalam sebuah kantung kecil. Sebelum menyerahkan wang itu, ia berkata." Tetapi dia harus di beri pakaian. Tentunya ia berpakaian sebelum ia dibawa kepasar ini, bukan?"

"Ya, ya, tentu saja Nyonya." Sang majikan bergegas kebahagian belakang gerainya. Disana tergantung sehelai pakaian. "Aku ada sepasang pakaian disini, Ya. Ya. Pasti disini. Ia menggumam. Ia mengambil sehelai jubah yang telah lusuh dan memberikannya kepada sigadis kecil. Dengan pantas sigadis mengebakan pakaian itu.

"Skarang," ujar wanita itu sambik menyerahkan kantung wang kepada sang majikan. "Kau telah menjadi milikku. Bagai mana pendapat mu?"

Gadis kecil itu tersenyum. "Gembira sekali. Bagaimana seharusnya ku memanggil mu, Nyonya?"

"Aku Sarah. Isteri Ibrahim bin Azar."

"Azar?" Sepasang mata gadis kecil itu terbelalak."Pemilik ternak yang kaya raya dari Kota Ur? Betulkan?"

Perempuan itu mengangguk. "Dan apa akan ku panggil kamu. Maksud ku , nama mu."

Gadis itu menatap majikan barunya seraya menarik nafas dalam dalam. "Hajar." ujarnya kemudian.

"Hajar? Itu nama Mesir, bukan?"

"Ya,Nyonya. Orang tuaku orang Mesir."

"baiklah. Mari Hajar orang Mesir.." Kata perempuan itu sambil menggandeng tangan sigadis erat erat. Kita keluar dari sini sebelum orang lain datang untuk membeli kamu."

Mereka bergegaskeluar sambil tertawa tawa, sementara bekas majikan sigadis asyik menghitung hasil jualan yang tak terduga sambil terheran heran. Ia melayangkan pandangannya kearah mereka. Tampaknya lebih mirip seorang ibu dengan anak daripada seorang majikan dengan sahayanya.

Ia menggeleng kepala, mengangkat bahu dan kembali menghitung wannya.













Saturday, November 28, 2009

HAJAR: Bunda Sang Nabi

1: DIPASAR SAHAYA.........
HARAN, pasar sahaya mulai tampak ramai, seiringan dengan terbitnya sang surya diufuk timur. Semua orang tahu bahawa sahaya yang terbaik adalah sahaya yang termahal nilainya, dan...lebih cepat terjual. Dan....menjelang tengahari, hanya sahaya yang sakit serta pembangkang sahaja yang akan tersisa.
Di sebuah gerai ditengah pasar, seorang anak tanpa baju berdiri disamping tuannya, menanti ketika untuk dijual. Wajahnya cantik serta bersih, memperlihatkan kebersihan hatinya. Berwajah bundar serta dengan rambutnya yang hitam panjang. Kulitnya yang coklat halus menandakan ia akan membesar menjadi seorang gadis yang cantik ayu. Satu satunya orang lain di gerai itu adalah majikannya, yang sedang tekun menunggu pembeli yang tepat dengan keinginannya.

Mata gadis kecil itu nyalang, berkeliaran memerhatikan persekitarannya. Ia mengamati seorang pedagang sahaya berbangsa Mesir yang sedang menjelajahi seluruh gerai dan kios, membeli para sahaya untuk kemudiannya di perdagangkan dikota lain. Ia berjalan dengan diiringi seorang penyelia dan tujuh orang pengawal yang berwajah kasar serta membawa sebatang tongkat. Sembil menjelajah dari gerai kegerai, ia membeli ramai sahaya setelah melakukan tawar menawar. Seketika kemudian, sahaya yang dibelinya telah mencapai seramai duapuloh orang. Mereka ditarik dibelakannya dengan rantai yang terikat dikaki dan tangannya.

Gadis kecil bermata nyalang itu terus memerhati sang pedagang sahaya itu memasuki sebuah gerai. Disitu, berdiri seorang lelaki yang bertubuh perkasa tanpa baju ditengah gerai. Tubuhnya yang kekar dan gagah menunjukkan bahawa dia adalah seorang yang kuat berkerja. Cara berdirinya yang tegak dan penuh keyakinan menyatakan bahawa dia adalah seorang yang merdeka, yang kini terpaksa menjada sahaya kerana hutangnya yang tidak bisa dilunasi. Hal itu semakin nyata kerana disampingnya berdiri dua orang lelaki digerai tersebut sedang memegang senjata, seolah olah mengancamnya. Jelas bahawa kedua mereka adalah penagih hutang.
"Tangan yang kekar. Kuat" Ujar siPenyelia kepada tuannya."Mungkin seorang petani." Katanya dalam bahasa Mesir sambil memegang megang tubuh pemuda tersebut sembari mengelilinginya. "Beri ia makan hingga kenyang. Kita akan mengaut keuntungan nanti, Mungkin di Mari atau di Babel." Katanya kepada pengiring pengiringnya.
SiPedagang menganggukkan kepala, menyetujuinya. "Tawar dia seharga duapuluh perak."
Mereka terkejut kerana tawaran mereka segera diterima. Kedua penagih hutang tersebut segera membahagikan wang tersebut antara mereka. Kemudian sahaya lelaku itu dirantai menjadi satu bersama sahaya yang laindalam iring iringan tadi yang kini jumlahnya telah menjadi duapuluh satu orang.
Gerai yang bersebelahan dengan gerai gadis tersebut memperlihatkan sejumlah sahaya. Sahaya lelaki kelihatan tidak senang dan membangkang. Dan otot ototnya tubuhnya yang keras menunjukan kekuatan kudratnya. Isterinya kelihatan bungkuk dan wajahnya memperlihatkan usianya. Kedua anak gadis remajanya bertubuh tinggi jangkung berdiri sambil meliuk lintukkan tubuhnya seakan menggoda.
Sang pedagang sahaya menyeringai. "Aku tau sebuah rumah pelacuran di Babel." katanya."Dan disana aku akan mengutip keuntungan dua kali ganda dari harga yang ku bayar disini."
"Jangan beli lelaki itu, punggungnya cedera." Kata si Penyelia.
"Perempuan tua itu juga, tak ada gunanya."
Pedagang itu mengeluarkan pundi pundi wang nya. "Coba tawar kedua gadis itu seharga tiga puluh perak."
Gadis kecil bermata nyalang itu tergedik kengerian. Ia mendengar dan mengerti semua percakapan dalam bahasa Mesir itu.
Si Penyelia yang berbicara dengan loghat tempatan melakukan tawar menawar dengan pemilik sekeluarga sahaya tersebut. Akhirnya disepakati bahawa setiap gadis tersebut seharga duapuluh wang perak.Sa g pedagang menghitung wangnya. Kedua gadis tersebut disatukandengan rantai bersama dengan sahaya lainnya. Mata mereka meliar menggoda para pengawal. Kedua ibu bapa mereka yang telah sangat lama menderita kelihatan tidak peduli lagi dengan perpisahan yang berlaku.
Mereka kemudian mendatangi gerai yang berikutnya, tempat dimana sigadis kecil itu sedang berdiri mengamati mereka.Ia menggeletar ketakutan ketika mata mata mereka memeriksanya. Ia sudah terbiasa tanpa baju, tetapi pandangan mata mereka membuatkan dia merasa kotor.
"Rumah pelacuran di Babel itu maukah membeli gadis yang sekecil ini?"
Sang penyelia segera berkata." Beli dia! Mereka akan menawarkan dua kali ganda dari harga dua gadis tadi."

Gadis kecil itu bergedik kengerian. Saat terakhir kali berada di pasar sahaya kurang lebih empat tahu lalu, ia pernah mendengar 'para perawan abadi' yang di latih untuk berpura puramenjadi perawan berkali kali. meskipun baruberusia enam tahun ketika itu dia telah mengertidan merasa ketakutan.
Sang pedagang menatapnya.....tajam.Sepasang matanya menyepet. "Tanyakan kepada tuannya, berapa usianya."
Sebelum si Penyelia itu membuka mulutnya untuk bertanya. si gadis kecil itu berbicaradalam bahasa Mesir yang fasih. "Umurku empatbelas tahun, tuan."
"hah, memang telah ku duga dia orang Mesir. Wajahnya seperti orang Mesir Mata si pedagang membesar. "Empatbelas, katamu?"
"Ya, tuan."
Ia mengamati dada gadis yang rata dan punggungnya yang kecil.
"Kau kelihatan seperti baru berumur sembilan tahun."
"Yaa....tuan....Tuan tau kan,,,,penyakit ini....."
"Penyakit....? Penyakit apa?"
Tapi gadis itu hanya menundukan kepala memandan sepasang kakinya, dan tidak berkata lagi.
"Ahh! Ptuiii....!" Sang penyelia meludah. Jangan dibeli dia!....Kita tidak tau apa penyakitnya!"
Kedua lelaki itu mundur dan bergegas ke gerai sebelah.
Sang majikan gadis kecil berpaling memandang sembari bertanya, "Apa yang kau katakan pada mereka?" Katanya dengan marah.
Sigadis kecil berpaling menghindari tatapan mata majikannya. "Mereka.....mereka menanyakan umurku lalu akukatakan umurku empatbelas tahun."
"Empatbelas!? Tapi......kau baru sepuluh tahun!"
"Ya, tuan....Aku katakan itu kerana penyakit....."
"Apa!...Penyakit apa? Lelali itu mengernyitkan dahinya dengan marah. "Kau baru saja menggagalkan penjualan ini! Kenapa kau melakukannya?"
"Mereka.....mereka ingin menjadikan aku pelacur di Babel."
"Ohh....." Wajah tuannya kelihatan berubah lembut. Dan sekonyong konyong ia tertawa tergelak gelak. "Empatbelas tahun! ...Penyakit!....Ah, Nak....kau memang bijak! Aku seharusnya membiarkan kamu menjual dirimu sendiri! Kamu kelihatan mampu untuk memilih calun majikanmu sendiri!"


Friday, November 27, 2009

KAMUS KHAZAR


sangat lama aku tak menulis dalam blog aku ni. tak sempat. tak ada masa yang terluang. memang aku kerja sebelah petang aje, tapi balik dah pukul 2.00 pagi. ngantuk maa......pagi lak sibuk la kepasar dan lepas balik tu......apa lagi, tidooooo laa.....kah....kah...kah.....
arini baru aku buka balik blog aku ni. dah berserabt dengan jelaga dan sarang lelabah.....tu dia.....baru tau lama tak lamanya aku tinggalkan blog aku ni.
ari ni ghaya aji keee? ceh..bebuat lupa lak.
wah....apa kabo asan ali yer.....tak kan sonyaaap jo. tak de apa pa perkembangan ker?
ari ni aku mula baca buku dalam online serambi.....best buku ni nampaknya. sebuah novel yang mungkin buku sejarah gak.
nak tau tajuknya.......KAMUS KHAZAR. nanti aku taruh covernya. tak ade jual kat malaysia ni. kan malaysia ni negara yang menyekat ilmu kot. banyak buku yang diharamkan, takut rakyat sesat konon.....yang dia sesat, tak tau?

Monday, October 5, 2009

THE HISTORY OF ALLAH

Sebuah buku yang ditulis oleh Bambang Noorsena (The History of ALLAH, Andi, 2oo5) yang menceritakan bahawa diTimur Tengah, sejak dahulu sampai sekarang baik orang Yahudi, Keristian, mau pun Islam yang berbahasa Arab sama sama menyebut "Allah" dalam berbagai dailek Timur Tengah tanpa mempersoalkan. (Dimaklumkan bahawa Bambang sekarang tinggal di Kaherah, Mesir)
Jadi memang menhairankan kalau ad orang di Malaysia, Indonesia, atau Amerika (Robert Morey dalam bukunya :The Islamic Invasion) menganggap bahawa nama Allah itu "HARAM" digunakan oleh umat Keristian, itu bererti semua umat Keristian di Indonesia, Malaysia dan Negara negara yang berbahasa Arab dari dahulu sampai sekarang tidak selamat kerana menghujat Tuhan dengan menyebut ALLAH. Sekarang ada empat (4) versi Alkitab berbahasa Aram dan semuanya menggunakan nama ALLAH.
BESYUM ELAH YISRA'EL:( Dalam Nama ALLAH Israel: Ezra:5:1) 'ELAH disini ditulis dalam bahasa Aram tetapi dengan aksara Ibrani -ALEF-LAMED-HE- yang sekalipun bisa bererti "sumpah" tetapi juga merupakan akarkata ;'ELOAH dan ELOHIM.
Semoga menjadi jelas bahawa nama ALLAH sudah digunakan dalam Alkitab Perjanjian Lama pada abad 6SM, sekurang kurangnya 13 abad sebelum ALQUR'AN ditulis. Dan kelompok "pengagum nama YAHWEH" dengan aktivitinya memprovokasi "MENGHARAMKAN" pengunaan nama "ALLAH" menhentikan saja lelucunnya itu.

Sunday, October 4, 2009

EZRA 6:14

LAI-TB
Para tua tua orang Yahudi melanjutkan prmbangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat Nabi Hagai dan Nabi Zakharia bin Ido. mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artasasta, raja raja negeri Persia.
KJV
And the elder of the Jews builded, and they prospered through the prosphesying of Haggai the prophet and Zechariah the son of iddo. And theybuilded, and finish it, according to the commandment of the God of Israel, and according to the commandment of Cyrus, and Darius, and Artaxerxes king of Persia.
HEBREW
Vesave Yehudaye banayin umatslekhin binvu'at Khagai neviyah neviya 'Uzeekharyah nar-Ido 'uveno vesyakhlilu min-ta'am Elah Yizra'el umitem Koresy veDaryavesy ve'Artakhsyaste melekh Paras.
Naskhah Perjanjian Lama dalam kitab Daniel juga berbahasa Aram, menggunakan nama "ALLAH" dalam dailek Aramaic: "ELAHA", sbb:
DANIEL 2:20
LAI-TB:
Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama lamanya, sebab daripada Dialah hikmat dan kekuatan!"
KJV:
Hear, O Israel:The Lord our God is one Lord.
HEBREW:
'Aneh Daniye'l ve'amar leheve' syemeh di-'ELAHA' mevarakh min-'alma' ve'ad-'alma' di khakhmeta' ugevureta' di leh-hi'.
'ELOAH' (Ibrani) 'ELAHA' atau 'ELAH (Aram) dan ALLAH (Arab) memiliki akar kata yang sama.
IBRANI : 'Alef-lamed-he'
ARAM : 'Alap- lamad- he'
ARAB: 'Alif- lam- haa.
Pengucapannya ,irip, asal bahasanya tidak jauh beda kerana sama sama rumpun Semitik, akarkatanya.

Tuesday, September 29, 2009

NAMA ALLAH DALAM BIBLE (ALKITAB)

LEMBAGA ALKITAB INDONESIA-TERJEMAHAN BARU (LAI-TB)
EZRA 5:1
Tetapi Nabi Hagai dan Zakaria bin Ido, kedua Nabi itu, bernubuat terhadap orang orang Yahudi yang tinggal diYahuda dan diYerusalem dalam nama ALLAH Israel, yang menyertai mereka.
KING JAMES VERSION (KJV)
EZRA 5:1
Then the prophets, Haggai the prophet and Zechariah the son of Iddo, prophesied unto the Jews that were in Judah and Jerusalem in the name of the God of Israel,even unto them.
HEBREW TRANSLATE: EZRA 5:1
Vehitnabi Khagai neviyah neviyah Uzekharyah var-Ido neviyaya al-Yehudaye di
vihud 'Uvirusylem BESYUM ELAH YIZRA'EL 'aleihon.
Kalimat ini tertera dalam alKitab Perjanjian Lama ditulis dalam aksara Ibrani dengan pengertian bahasa Aram, bahasa yang notabene merupakan induk bahasa Arab. Dalam dialek bahasa Arab, kalimat "BESYUM ELAH YIZRA'EL" dibaca: "BISMILLAH" (Dengan Nama Allah).

(SAMBUNG LAGI NANTI.....)

Sunday, September 27, 2009

NAMA ALLAH SEBELUM MASA NABI MUHAMMAD


Tentang Nama Allah disitus ini memuat banyak artikal. Saya kutip secara ringkas dari blog sarapan pagi.

Kelompok pengagum nama YAHWEH tidak henti nentinya memprovokasi dan mengklaim nama Tuhan yang paling sahih adalah "YAHWEH" dan nama "ALLAH" adalah hanya teruntuk bagi orang orang Muslim sahaja, daan selanjutnya mengklaim bahawa ALLAH adalah berhala sama sebagaimana dewa bulan, dewa air dst.....sepertimana dakwaan seorang penulis Keristian, ROBERT MOREY dalam buku nya yang kontroversi bukan sahaja kepada penganut Islam sahaja tetapi turut tidak disenangai oleh sebahagian penganut keristian sendiri, THE ISLAMIC INVASION.
Apabila kita membaca buku THE ISLAMIC INVASION karangan ROBERT MOREY tentang Islam sehingga sesetengah penulis Keristian sendiri mempersoalkan "sampai dimanakah Ph.D. in Islamic Studies" nya? Dan dari Universiti mana?
Mari kita mulai dasar kata kalimah ALLAH itu sendiri dari apa yang di tulis oleh saorang penganut Keristian fanatik sendiri.
Tentang nama Allah terdapat banyak situs yang ditulis beliau, antaranya:
nama-allah-study-kata-1-vt5.html#p11.
Beliau menulis bahawa beliau bukan pembenci nama "YAHWEH" tetapi beliau tidak mau di perbodohkan oleh kelompok seperti si ROBERT MOREY tadi.
Beliau menghormati nama ALLAH yang mana saja, YHWH, YHVH, YAHWEH, YEHOVAH, KURIOS, THEOS, ELOAH, ELOHIM, EL, ELAH, ELAHA, ALLAH....DLL.
Ketika nama ALLAH dipersoalkan penggunaannya oleh yang bukan penganut Islam , kita mempersoalkan keabsahan pengunaan kata itu tanpa memperehalusi asalkata dan akar kata ALLAH itu sendiri. Kita penuh sentimen perkauman yang sempit menyerang setiap kelompok yang mempergunakan kalimah ALLAH seolah olah hanya kita saja makhluk ciptaan ALLAH yang berhak menghuni bumi/alam ini, selain dari kita yang menganut Isal adalah tidak berhak sama sekali hatta menyebut NamaNya dengan penuh penghormatan.
Kata penulis:"kita harus mengerti apakah kata ALLAH identik dengan ALLAH umat Muslim saja? Apakah itu nama berhala? Dalam naskhah bahasa asli Alkitab kita PERJANJIAN LAMA tertulis:
(MAAF, SAYA TIDAK DAPAT MENULIKANNYA KEMBALI NASKHAN IBRANINYA KERANA TIDAK TAU BAGAIMANA MAU MENULISNYA)
Dalam Kitab EZRA:5:1 tertulis: BESYUM 'ELAH YISRA'EL: (DALAM NAMA ALLAH ISRAEL)
Dalam EZRA:6:14 juga tertulis: ELAH YISRA'EL (ALLAH ISRAEL).
(AKAN DISAMBUNG............)

Thursday, September 24, 2009

lagi lagi hassan ali......

lagi lagi hassan ali......betul betul dia ni buat masaalah dengan PR. susah susah kau ni masuk umNo je lah. suruh orang wala'......sendiri tak mau wala' dengan jamaah. apparaa......nak sangat jadi mb ker..??
ni yang bikin kitaorang penin niii...janganla buat kecoh macam pembangkang. kalau tak setuju.....bincang.....bukan buat kenyataan akhbar. atau kamu ni memang ejen umNo dalam PAS ker. saja masuk PAS untu menjahanamkan lagi.
tokoh motivasi konon......diri sendiri pun tak boleh nak motivasi......rupanya orang yan ada dr ni x bley pakai.....motibasi syooook sendri.

Tuesday, September 8, 2009

PERSELISIHAN DIKALANGAN MADZHAB EMPAT. (2)

Perhatikanlah! Bagaimana Syafi'i telah menyusun madzhabnya yang lama (Qadim) dan menyibarkannya dikalangan kaum muslimin di Iraq, Hijaz, Yaman dan Syria. Kemudian ia berpindah ke Mesir kerana sebab sebab tertentu. Disana ia bergaul dengan orang Maghribi dan mengambil ilmu daripada mereka. Lalu dia berpindah dari madzhabnya yang lama dengan menyusun madzhab lain yang menamakannya madzhab baru (Jadid). Sehingga beberapa masaalah sahaja yang tinggal pada madzhabnya yang pertama.
Lalu timbul pertanyaan: Sekiranya madzhab pertamanya betul kenapa ia mencipta madzhab yang kedua dan sebaliknya?
Begitu pula kita perhatikan Abu Hanifah memberi pendapatnya dalam satu satu masaalah, murid muridnya Abu Yusuf, Muhammad dan Zufar menyalahkannya. kadangkala seorang dari mereka sependapat dengannya, yang dua lagi tidak. Atau ketiga tiga mereka menyalahinya. Atau kadang kala ketiga mereka menyetujuinya.
Demikian pula dengan Malik dan Ahmad bin Hanbal, perselisihan berlaku dikalangan mereka dalam semua masaalah dan ia tentu sekali membuat kita berada didalam keraguan.

Wednesday, September 2, 2009

PERSELISIHAN DIKALANGAN MADZHAB EMPAT.

Selama 15 tahun kami menkaji perselisihan (khilaf) dikalangan madzhab empat. Aku dan saudaraku, Ahmad, merasai sesuatu kepelikan kerana kami dapati perselisihan berlaku didalam satu masaalah didalam madzhab yang sama.Lebih lebih lagi perselisihan yang berlaku antara satu madzhab dengan tiga madzhab yang lain. Sehingga kami dapati satu madzhab menghalalkan satu masaalah sementara madzhab yang lain mengharamkannya. Begitu juga satu madzhab mengatakan ianya makruh sementara madzhab yang lain mengatakan ianya sunat. Begitulah seterusnya. Sebagai contoh, Syafi'i berpendapat bahawa menyentuh perempuan ajnabi membatalkan wudhu' sementara hanafi berpendapat ianya tidak membatalkan wudhu'.
Malik pula berpendapat bahawa sentuhan jika dengan syahwat atau sengaja membatalkan wudhu', jika tidak maka ia tidak membatalkan wudhu'.
Syafi'i mengharuskan seseorang mengahwini anak perempuan zinanya, sementara Abu Hanifah, Malik dan Ahmad bin Hanbal mengharamkannya.
Hanafi berpendapat bahawa sedikit darah yang keluar dari tubuh badan adalah membatalkan wudhu', sementara yang tiga lagi berpendapat bahawa ia tidak membatalkan wudhu'.
Hanafi berpendapat bahawa wudhu' harus dilakukan dengan Nabidh (umpamanya air kurma) dan susu yang bercampur dengan air. Sementara yang tiga lagi berpendapat ianya tidak harus.
Malik berpendapat bahawa memakan daging anjing adalah harus. Sementara yang tiga lagi berpendapat ianya tidak harus.
Syafi'i berpendapat bahawa memakan daging serigala (tha'lab), daging musang (dhab) dan daging belut (jar'y) adalah harus. Sementara Abu Hanifah berpendapat bahawa memakannya adalah haram.
Syafi'i berpendapat bahawa landak (qubfuz) adalah halal sementara yang tiga lagi berpendapat ianya haram. Dan banyak lagi perselisihan perselisihan yang berlaku dikalangan mereka beemula dari bab pertama fiqh hinggalah keakhirnya.
SubhanalLah! Apakah syariat Islam itu tidak lengkap sehingga mereka melengkapi dengan perselisihan dikalangan mereka? Satu madzhab menghalalkannya, dan yang satu lagi mengharamkannya? Sementara yang lain pula mengharuskannya? Dan yang lain pula berpendapat sebaliknya?
Tetapi apa yang jelas daripada RasululLah s.a.w ialah sabdanya;
"Halal Muhammad adalah halal sehingga hari kiamat dan haram Muhammad adalah haram sehingga hari kiamat."

Dikutip dari tulisan;
Syaikh Muhammad Mar'i al-Amin
al-Antaki.
MENGAPA AKU MEMILIH
AHLUL-BAIT A.S?

Monday, August 31, 2009

MANA SATU YANG BETUL?????

Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
UMATKU AKAN BERPECAH KEPADA 73 GOLONGAN, SEMUANYA MASUK NERAKA MELAINKAN SATU GOLONGAN SAHAJA.
Semua umat Islam didunia ini mengucap kalimah syahadah;
LA-ILAHA ILLA LAH MUHAMMADUN RASULULLAH,
Tak kira lah merka itu dari apa madzhab sekali pun, SUNNAH, SYIAH, QADARIAH, JABARIAH, MUKTAZILAH, IBADHI, KHAWARIJ, RAFIDHI, WAHABI atau lain lain madzhab yang mengaku sebagai Islam termasuk AHMADIAH, semua mengaku sebagai umat Muhammad.
TAPI......
YANG MANA SATU YANG SEBENARNYA YANG DIJAMIN MASUK SYURGA OLEH RASULLAH????????
TAK MUNGKIN SEMUANYA BENAR????????
ATAU SEMUANYA SALAH???????
JADI TUGAS KITA SEBAGAI MANUSIA YANG BERAKAL.......
KENA MENGAJI, KENA MENGKAJI DAN KENA BERFIKIR.
BUKAN KERANA KITA LAHIR DARI IBUBAPA SUNNAH, MAKA SUNNAH YANG BETUL.
BUKAN BILA KITA DILAHIRKAN DARI IBUBAPA SYIAH, MAKA SYIAH YANG BETUL.
SEMUA UGAMA DALAM DUNIA NI MENGAKU MEREKA BETUL.
HINDUKATA MEREKA BETUL.
BUDDHA KATA DIA MEREKA BETUL.
KRISTIAN KATA MEREKA BETUL.
YAHUDI KATA MEREKA LAH YANG BETUL.
DAN....SEMUA AGAMA AGAMA INI BERPECAH DALAM BERBAGAI MADZHAB, YANG MENGAKU MADZHAB MEREKA LAH YANG BETUL DAN MEMBAWA MEREKA KE SYURGA.
JADI.....SIAPA SEBENARNYA YANG BETUL???????
ALLAH MEMBERI KITA AKAL, MAKA GUNAKANLAH UNTUK MENCARI KEBENARAN.
BUKAN MENERIMA SESUATU ITU DENGAN MEMBUTA TULI SAJA.
BACA DAN KAJI, PELAJARILAH DARI SEMUA ALIRAN TAK KIRA DARI AGAMA APA PUN UNTUK DI BUAT PERBANDINGAN.
BUKA MINDA DAN BUKA HATI.
MASIH BANYAK YANG KITA TIDAK TAHU WALAUPUN KITA SAORANG YANG MENGAKU TAHU.

Thursday, August 13, 2009

DIMANA KAN KU CARI RENDRA LAGI......

BEGITU AKU TERMANGU TIKA KU TAU KAU PERGI, RENDRA KU
SAAT MANA PUISI MU SANGAT KU RINDU
TAK KU TAU APA KAN KU UCAPKAN
APA KAN KU KATAKAN BUAT DIRIKU
APAKAH HANYA SEBUAH BELASUNGKAWA
ATAU SECICIP DOA BUAT KEPERGIANMU
ATAU SEBUAH RASA RINDU YANG TAK TERUNGKAPKAN?

RENDRA KU
DIMANA AKAN KUCARI PAMAN DOBLANG MU
YANG TERPENJARA DALAM JERIJI TAK TERLIHAT
DIMANA AKAN KU CARI PELACUR PELACUR MU
YANG MERANGKAN SETIAP GANG BERDEBU DIKOTAMU
DIMANA AKAN KU CARI PARA PENCOPETMU
YANG SELALU DI BURU DAN SENTIASA DIBURU KELAPARAN
DIMANA AKAN KU CARI RAJAWALIMU
YANG KIAN TINGGI DAN TINGGI DAN TINGGI
DIMANA AKAN KU CARI SI BURUNG MERAK MU
YANG TAK SEMPAT MENGEMBANGKAN EKORNYA
APAKAH MEREKA AKAN SIRNA BERSAMA PEMERGIANMU?

BELASUNGKAWA DAN DIRGAHAYU
AKU TIDAK TAU YANG MANA PALING UTAMA
APABILA KEHENDAK TUHAN MENJEMPUT MU
SEJAHTERALAH
SEJAHTERALAH
RENDRAKU
SIBURUNG MERAK
DISISI TUHANMU YANG MAHA MENYINTAI
DAN SENTIASA SANGAT MENYINTAI.

AMIN......

14 AGUSTUS 2009

Thursday, August 6, 2009

W.S.RENDRA......


W.S RENDRA MENINGGAL.......?
SATU SATUNYA PENYAIR YANG AKU KAGUMI.
AL FATEHAH. SEMOGA ROH PERJUANGANNYA SENTIASA HIDUP BERSAMA RAKYAT MARHAEN.
SELAMAT KEMBALI,
SIBURUNG MERAKKU.

Tuesday, August 4, 2009

BEER BUKAN ARAK.....RONNIE LIU.

HASSAN ALI........KENAPA MELATAH........!
PERKARA CIPUT MACAM TU PUN BOLEH BUAT SIDANG AKHBAR?
umNO bN GELAK LER, JOLOK SIKIT AJE PIMPINAN PAS DAH MELATAH.....
TAK BOLEH BAWAK BINCANG SESAMA EXCO KER? MACAM NIE KER NAK PERINTAH MALAYSIA. SITI SIKIT MELENTING
MACAM umNO GAK.
KAN KE RONNIE TU KAFIR......MANA DIA TAU, TUGAS KAMU LER BAGI DIA FAHAM. BUKAN SIDANG SIKIT SIKIT SIDANG AKHBAR.....SIUKIT SIKIT SIDANG AKHBAR.....MASING MASING NAK TUNJUK KUASA LEBIH..
.. KALAU BOLEH BINCANG BAWAK BINCANG LA.....ISU TU KECIK SANGAT.

Monday, July 27, 2009

MAZHAB PECINTA Keluarga Nabi

Aku beli buku ni pada 18.7. 2009 dulu kat Fajar Baru.
Ditulis oleh Ayatullah Sayyid Muhammad al Musawi.
Tajuk asal bahasa Inggeris;
PESHAWAR NIGHTS.
Salah satu buku yang paling aku tunggu terjemahannya.
Banyak lagi aku nak cari, kalau ada teman teman AB yang tau dimana aku nak dapat, tolong beritau.

Saturday, July 25, 2009

APA YANG SAYA INGINKAN....


Bagi saya, tidak terlalu penting bahawa jawaban kita terhadap beberapa pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh sang guru tadi, sama dan serupa. Sebab yang paling saya pentingkan adalah adanya saling pengertian dikalangan sesama kaum muslimin. Adanya keterbukaan dan saling tegur sapa. Diskusi diskusi dingan dan terbuka diantara sesama muslimin yang berlainan madzhab dan aliran, sangat menunjang akan adanya ketawadhukan dalam hati. Sehingga sifat "aku saja yang benar dan betul" dalam erti memaksakan pendapatnya kepada orang lain, tidak akan lagi pernah menyentuh kalbu. Sehingga dengan itu semua kita sama sama merasa takut dan khuatir. Khuatir akan tidak sesuainya yang kita pegang dengan yang Allah kehendaki. Atau khuatir akan mendapat murka Allah kerana kita belum sepenuhnya mengamalkan aliran yang kita pegang atau yang bahkan kita banggakan.

Thursday, July 23, 2009

MENJEJAK KEBENARAN.....


"Saya fikir, sebagai langkah pertama, kita harus cari siapa yang dimaksudkan dengan 'orang orang yang berpengetahuan dalam ayat tadi." Jawab sang Guru dengan mantap. Tapi, dalam wajahnya yang sudah mulai keriput itu nampak bahawa ia dalam keadaan sedih dan cemas. Yah....... cemas kerana takut tidak dapat menemukan yang akan dicari.
Begitulah, pada pagi hari setelah beberapa hari berselang hari terjadinya dailog tersebut, sang Guru dengan diseretai beberapa orang murid pergi meninggalkan kota tempat ia mengajar. Padang pasir yang luas, panas dan ganas dihadapan mereka tidak menjadi penghalang pemergian mereka. Ya.......mereka pergi untuk mencari....mencari......dan terus mencari sesuatu yang dapat menyelamatkan mereka dari gurun akhirat yang jauh lebih panas dan ganas serta amat meneramkan. Dihari yang pada hari itu tidak lagi kita dapat memperbaiki kekeliruan kita.
DUHAI TUAN!......KALAU TANGAN ANDA BERGETAR KETIKA MEMBACA CERITA INI, BERERTI ANDA BELUM BERSEDIA MENGADAKAN PENCARIAN......MAKA DALAM KEADAAN YANG LEBIH TENANG, ANDA BACALAH SEKALI LAGI DAN SEKALI LAGI .........DAN SEKALI LAGI........DAN YANG PENTING.....JANGANLAH ANDA MEMANDANG DIRI ANDA ADALAH SUATU SOSOK YANG PENTING DALAM AGAMA......SIAPA PUN ANDA......SIAPA PUN.......SEBAB, KALAU HAL ITU TIDAK DAPAT DIHILANGKAN, MAKA AKAN SERASA SULIT UNTUK MERENUNGI KISAH INI SECARA TERBUKA DAN OBJEKTIF.

Tuesday, July 21, 2009

LALU, SIAPAKAH ORANG ORANG YANG BERPENGETAHUAN ITU...?


"Lalu, (kata seorang murid seterusnya) siapakah orang orang yang berpengetahuan atau ar rasyikun itu, guru?"
"Itulah yang harussaya selidiki. Dan saya rasa dalam hadits akan dapat dijumpai." Jawab sang Guru.
"Guru, barangkali perbedaan pendapat itu adalah rahmat. Sebab, dulu guru pernah membacakan sebuah hadits pada kami bahawa nabi pernah bersabda: Perbedaan pendapat ummatku adalah rahmat." Ujar sang murid lagi.
"Wah........itu dulu, sekarang kita harus fikirkan lagi tentang hadits itu. Apakah hadits itu sahih atau tidak, atau bahkan mengandung makna yang lain." Jawab sang guru.
"Kenapa begitu guru?" Soal seorang murid kebingungan.
"Muridku, (kata sang guru) apakah mungkin dikatakan sebagai suatu rahmat kalau segolongan dengan segolongan yang lain saling mensyirikkan, membid'ahkan, menyesatkan, mentidakislamikan, menyalahkan dan sebagainya? Apakah agama yang satu dan suci mengandungi hal hal seperti itu? Tidak, tentu tidak. Agama Islam hanya satu suara. Kalau haram, ya haram. Kalau bid'ah ya bid'ah dan seterusnya. Agama Islam tidak akan suci lagi kalau dinodai semacam tadi. apalagi dibanggakan kata kata rahmat tadi."
"Guru, apakah mungkin Islam satu suara dan kaum Muslimin menyuarakannya?" Tanya sang murid yang lain.
"Bukan mungkin lagi tapi bahkan MESTI. Dan bagi saya tak peduli orang orang, baik kafir atau Muslim, mengikutinya atau tidak." sang guru menjawab tegas.
"Lalu bagaimana caranya guru?" Tanya simurid lagi.

Sunday, July 19, 2009

APAKAH AYAT AYAT MUTASYABIHAT BOLEH DITAKWILKAN...?

"Guru." kata seorang murid yang lain." dulu guru pernah mengatakan bahawa qur'an itu mengandungi ayat ayat yang jelas dan mutasyabihat. Sedang yang mutasyabihat (samar) tidak diketahui takwilannya kecuali Allah?"
"Yah.....dulu memang demikian (jawab sang Guru). Tapi sekarang tidak lagi.Sebab, kalau Qur'an,walau sebagiannya, tidak difahami kecuali Allah, maka buat apa Qur'an diturunkan untuk manusia? Bukankah Qur'an ini diturunkan supaya manusia mengambil petunjuk daripadanya? Nah, kalau sebagian ayatnya yang mutasyabihat tadi tidak difahami, lalu untuk apa ayat itu diturunkan?
"Ma'af Guru! Bukankah dengan mengatakan demikian bererti guru telah keluar dengan makna ayat tadi, kerana diayat itu, untuk ayat ayat yang mutasyabihat dikatakan bahawa, ....tidak ada yang tahu kecuali Allah?"
"Murid ku, alQur'an itu ada titik komanya. Kaum muslimin berbeda pendapat dalam meletakkan koma pada ayat itu. Dan dulu aku meletakkan seperti yang apa engkau katakan. Akan tetapi sekarang, setelah dailog tadi, dan kerana alasan alasan tadi, yaitu alQur'an diturunkan untuk diikuti yang mana sudah tentu harus difahami terlebih dahulu, maka saya yakin bahawa koma pada ayat itu tidak terletak setelah Allah. Dan makna ayat itu sedikit berubah. Coba perhatikan! Kalau komanya setelah Allah, maka ayat itu akan menjadi '.....tidaklah ada yang tahu takwilnya kecuali Allah, dan orang orang yang berpengetahuan mengatakan bahawa; semua dari Allah'. Akan tetapi kalau komanya diletakkan setelah orang orang yang berpengetahuan, akan menjadi sebagai berikut, '.....tidaklah ada yang tahu takwilnya kecuali Allah dan orang orang yang berpengetahuan, yang mana mereka mengatakan semua dari Allah'. Sekarang aku yakin, bahawa peletakan koma yang kedua nitulah yang benar."

ALQUR'AN DAN HADITS YANG KITA FAHAMI BELUM TENTU BENAR.....??


"Wah....banyak, banyak sekali," Jawab sang Guru,"kami hanya bersepakat dalam masaalah bid'ah, kurafat, tahyul dan masaalah masaalah kesyirikan. Akan tetapi dalam masaalah ekonomi, sosial, politik dan lain lain kami mempunyai setumpuk perbedaan."
"Tapi itu kan tidak termasuk haram mengharamkan, guru." Kata sang Murid.
"Wah.....siapa bilang?" Sergah sang Guru."Misalnya masaalah bunga. Kita berbeda pendapat mengenainya. Ada yang tetap menharamkan walaupun bunganya untuk kepentingan umum dan ada yang tidak. Atau katakan pada sebagian yang lain tidak dengan kata haram mengharamkan. Akan tetapi seringkali kita dengar misalnya, kurang Islami, dalam keadaan begini, Islam tidak boleh begini natau begitu, yang itu salah yang lain benar dan lain lainnya, yang kata kata itu acapkali sali g kita lemparkan diantara sesama kita."
"Bagaimana jadi begitu, Guru?" Tanya saorang murid yan dari tadi kelihatan bingung. "Bukankan mereka sudah kembali kealQur'an dan hadits?"
" Ya......sekarang baru aku sadar, sejak perdebatanku dengan siPolan tadi, aku mulai mengerti bahawa alQur'an dan Hadits yang dipakai adalah alQur'an dan Hadits yang kita fahami. Bukankah jelas sekali alQur'an dan Hadits yang kita fahami belum tentu benar? Seandainya kita kembali ke alQur'an atau Hadits, tapi benar benar sesuai dengan keduanya, maka dapat dipastikan bahawa kita tidak akan bercerai berai seperti sekarang ini. Kerana dalam alQur'an tidak mempunyai kontradiksi sehingga boleh menimbulkan perpecahan ini." Lanjut sang Guru.
"Guru, apakah mungkin alQur'an dapat difahami sebenar benarnya, sehingga kalau kita kembali kepadanya pasti tidak akan bercerai berai?" Tanya saorang murid lagi.
"Itulah salah satu yang akan saya cari jawapannya. Sebab, saya sekarang memahami dari kejadian tadi, bahawa kerana mengingat agama Islam ini adalah agama akhir zaman, dan ia diturunkan untuk dijadikan pedoman, maka sesungguhnya mestilah alQur'an ini dapat difahami dengan sebenar benar pemahaman." Jelas san Guru.

Wednesday, July 15, 2009

SYIRIK MENSYIRIK...BID'AH MEMBID'AH...


"Itulah yang sedang ku fikirkan. Dulu guru guruku dalam hal hal tertentu menggunakan akal dan mencemuh orang yang tidak menggunakannya. Akan tetapi dalam hal hal yang lain, misalnya, keEsaanNya, alQur'an makhluk atau bukan, pertemuan kita dengan Allah disyurga, rukun iman keenam, mukjizat merosak tatanan sunnah Allah atau tidak, orang sholeh boleh saja dimasukkan keneraka kalau Ia berkehendak, dan banyak yang lain lagi, guruku tidak mau menerima huraian golongan lain yang menggunakan akal disamping alQur'an. Guruku mengatakan bahawa agama tidak boleh difikir fikirkan, tidak boleh menggunakan akal. Berapa banyak perbedaan diantara kaum muslimin. Barangkali inilah yang dimaksudkan nabi dengan perpecahan 73 golongan itu. Yah......yang mana yang benar, sangat susah mencarinya...."
"Guru, masih adakah perbedaan seandainya kita kembali kepada alQur'an dan Hadits, sebagaimana yang diamalkan dipondok pondok, guru?" Soal lagi san murid.
"Oh......ada, masih ada." Ujar sang Guru.
"Barangkali hanya furu', guru?"
"Ah....tidak. Tidak murid ku. Bahkan sampai syirik mensyirikkan. Yang mana syirik adalah dosa yang paling besar dan menyangkut masaalah keimanan. Dan walaupun sebagiannya adalah masaalah furu', akan tetapi kalau sudah sampai bid'ah membid'ahkan, ini adalah masaalah besar. Sebab setiap bid'ah adalah dhalalah, dan setiap dhalalah tempatnya dineraka. Jadi, sholat orang yang ada bid'ahnya, menurut yang membid'ahkan, bukah hanya sholatnya tidak diterima, akan tetapi bahkan akan menyebabkan mereka masuk neraka." Jelas sang Guru panjang.
"Guru, dulu guru pernah berkata bahawa dipondok guru adalah termasuk golongan yang kembali kepada alQur'an dan Hadits secara murni. Masih disana ada perbedaan pendapat dalam agama, Guru?" Tanya lagi sang murid tadi.

Sunday, June 21, 2009

apakah dalam Islam tidak dibenarkan menggunakan akal?

"Eee....maaf guru...." saorang murid Sang Guru mencelah.
"Ah.....tak apa. Ada apa?" Soal Sang Guru.
"Bolehkah saya menanyakan satu hal?"
"Ya, boleh saja. Tanyakanlah!" Ujar Sang Guru.
"Guru! Apakah dalam alQur'an atau hadits tidak ada yang menganjurkan menggunakan akal dan mencerdaskannyadalam agama atau dalam mencari Tuhan?" Ia menanyakan hal itu kerana dalam dailog tadi, ketika ditanya mengenai Tuhan apakah ada dan Esa, ia perhatikan , gurunya hanya berdalilkan alQur'an . Maka dari itu ketika dikejar, alQur'an pun, akhirnya, tak dapat dipertahankan sebagaimana anda ketahui tadi.
"Ada, bahkan banyak (Jawab Sang Guru). Misalnya ada yang mengatakan bahawa sebenarnya kalau engkau menggunakan akal maka akan mengerti kebenaran ada Nya. Allah aka tunjukkan bukti kebenaranNya pada kita melalui alam ciptaanNya dan dari diri kita sendiri. Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi dan seisinya adalah bukti bukti bagi orang yang berilmu. Bahkan dikatakan dalam satu ayat yang mengecam orang orang yang bodoh, seperti; Sesungguhnya kebanyakan mereka tidak menggunakan akalnya (bodoh).
"Guru! (tanya sang murid lagi). Lalu mengapa guru katakan bahawa dalam Islam tidak boleh menggunakan akal dalam agama, khususnya dalam mengenal Nya?"

Saturday, June 20, 2009

PERTEMUAN BERAKHIR......

"Sebab bagi saya kitab suci termasuk bererti suci dari campur tangan manusia yang hina ini. Kitab suci haruslah hanya disusun oleh Tuhan sendiri. Dan alQur'an sulit untuk dipercaya oleh kami sebagai firmanNya yang murni, seandainya Ia lalai mewahyukan kepada NabiNya untuk menyusun kitabNya itu. Lebih lebih firmanNya atau sunnah NabiNya tidak ada yang menyuruh untuk itu, sesuai dengan apa yang tadi anda katakan. Bagi saya kalau memang agama Islam itu benar, tidak adanya perintah dalam firmanNya dan sunnah digabung dengan mustahilnya Tuhan membiarkan berserakannya firmanNya didaun daun, dikulit kulit kayu, tulang tulang dan lain lain, menunjukan bahawa Ia telah menyusun semua firmanNyaitu dengan membimbing NabiNya. Tapi yah......sekarang belum dapat saya yakini kebenaran Islam ini sebelum janji untuk menyelesaikan diskusi ini dapat anda penuhi nantinya." Kata sipenanya panjang lebar.
Dengan perasaan malu tapi ia berusaha untuk tetap tenang Sang Guru terpaksa berjanji untuk kesekian kalinya pada Sipenanya, Ia berkata," Apa yang anda katakan tadi, semuanya ada benarnya. Saya kagum kepada kecemerlangan tuan.Semoga saya segera dapat membantu tuan dalam hal ini setelah saya memperdalam lagi. Dan sekali lagi maafkanlah saya dalam keterbatasan saya ini. Untuk hari ini, cukup sekadar disini saja. Untuk besok dan seterusnya, buat sementara tidak akan ada pertemuan sehingga saya kembali nanti. Dan sekali lagi saya minta maaf untuk ini serta terima kasih saya ucapkan untuk kedatangan anda dan perhatian anda selama ini."
Setelah bersalaman dengan penuh akrab, pertemuan pada hari itu yang mana adalah hari terakhir, berakhir. Sang Guru tinggal dengan beberapa muridnya untuk sholat Zhuhur. Setelah usai sholat, Sang Guru sejenak melamun dan memikirkan kejadian yang pertamakali dialaminya sebentar tadi, selama ia menyebarkan Islam. Ia sedih dan menyesal serta memuhun ribuan keampunan dari Tuhan diatas keterbatasan ilmunya. Ia mohon pertunjuk dari Allah agar Ia membimbingnya kejalan yang benar.
Setelah itu ia menghadap murid muridnya yang nampak semakin tegang melihat guru mereka tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan Sipenanya tadi. Dengan suara lembut dan penuh kasih sayang Sang Guru berkata;
"Murid murid ku! Gurumu ini adalah ibarat setetes dari lautan luas pengetahuan Islam. Yakinkanlah bahawa kelemahan itu ada pada gurumu ini. Bukan pada Islam. Memang sekarang aku baru sadar bahawa apa yang dilakukan oleh sebagian muslimin, ia itu memperdalam ilmu logika dan filsafat, yang kami di pondok dulu menganggap hal itu telah mengotorkan agama kerana telah memasukkan unsur unsur akal kedalamnya, ternyata sangat bermanfaat untuk mempertahankan Islam. Bahkan tanpa akal, seperti yang terjadi tadi, kita tidak dapat mempertahankan kesuciannya. Terus terang, kami dulu waktu belajar dipondok, kami merasa bangga dan sangat bersyukur kepada Allah kerana Ia telah membimbing kami kepada Islam murni. Artinya, kerana kami hanya berpegang kepada alQur'an dan alHadits. Kami tidak menerima segala macam takwilan yang bersifat aqli terhadap keduanya. Kami mengira hanya dengan kembali kepada keduanya kita akan selamat dan tidak akan terpecah seperti yang diisyaratkan dalam hadits (iaitu menjadi 73 bagian."

Thursday, June 18, 2009

BOLEHKAH KITA MENYUSUN ALQUR'AN INI DENGAN SUSUNAN LAIN DARI YANG ADA INI?

"Tuan! Dari mana anda tau bahawa itu adalah tugas manusia? Sebab, jangankan perintah untuk itu, dalil untuk membolehkannya saja, dari agama, anda tadi tidak dapat menunjukkannya kepada saya.Lalu dari mana anda dapat memahami itu?" Sipenanya mendesak lagi.Dan Sang Guru tidak dapat memberi jawaban. Akhirnya Sipenanya meneruskan pertanyaan.
"Atau begini tuan!(Kata sipenanya lagi berusaha memberi andaian). Menyusun kitab tentu tidak mudah, sebab mana yang harus diletakkan didepan, dan dalam hal ini tidak ada petunjuk dari Tuhan tuan. Sekarang saya mau bertanya, bagaimana kalau surat surat itu tersusun tidak sesuai dengan apa yang Tuhan anda kehendaki. Dan saya yakin susunan manusia itu tidak akan sama dengan yan Ia kehendaki. Sebab, sebagaimana anda katakan tadi, dalam hal tersebut tidak ada petunjuk dari Nya."
"Saya sudah katakan tadi, bahawa tidak adanya petunjuk itu berti penyusunan itu terserah kepada kita. Dan hal itu bererti tidak merubah essensi alQur'an sebagai petunjuk bagi manusia." Jelas Sang Guru memperingatkan.
"Baiklah, (kata Sipenanya). Sekarang saya mau bertanya apa kah boleh seorang menulis alQur'an dalam bentuk lain dari alQur'an yang ada ini, tuan? Maksud saya, surat surat yang didepan ditukar tempatnya dengan surat surat yang ada ditengan atau dibelakang?"
"Ah.....itu tidak boleh dilakukan tuan!" Sang guru berkata dengan sedikit gusar.
"Kenapa?" Tanya si penanya ingin tau.
"Kerana akan menimbulkan ketidakseragaman diantara kaum muslimin." Jelas sang Guru.
"Apakah ketidak seragaman itu tidak baik tuan?" Sipenanya bertanya lagi.
"Yaa....kurang baik bahkan tidak baik sama sekali." kata Sang Guru.
"Laaa......(Sipenanya terkejut). Apakah Tuhan tuan tidak menyadari tentang hal ini tuan, sehingga Tuhan tuan tidak menyusunnya? Sehingga orang orang akan memahami, seperti yang anda katakan, bahawa tidak samanya susunan manusia dengan susunan Tuhan tidak merubah essensi alQur'an? Atau berangkat dari namanya saja, ia itu kitab suci, yang menandakan suci dari segala galanya, akan menjadi tidak suci lagi kalau ada campur tangan manusia."
"Kenapa begitu?" Sang Guru bertanya keheranan.

Tuesday, June 16, 2009

KENAPA TIDAK TUHAN SENDIRI YANG MENYUSUN ALQUR'AN?

"Sebenarnya saya tidak berhak mempermasaalahkan agama tuan. Samaada benar atau tidak. Akan tetapi semua yang saya lakukan ini adalah semata mata saya ingin tau kebenaran agama tuan. Jadi maaf, kalau dari pertanyaan saya ini terkesan kurang sopan terhadap agama tuan." Kembali Sipenanya menjelaskan maksud baiknya. Sebab ia bimbang Sang Guru didepannya akan mulai tidak sabar dan segera mengusirnya, seperti yang dialaminya beberapa tahun lalu.
"Oh.....tidak apa apa, itu biasa dan orang yang ingin tau Islam mestilah ia menanyakan secara terang terangan." Kata Sang Guru membesarkan hati sambil memberi gambaran bahawa Islam bukanlah agama yang dipaksakan. Ia adalah agama besar dan suci. Yah......tapi malang, Sang Guru tidak dapat membuktikan semua itu kepada Sang Penanya.
"Bolehkah saya melanjutkan pertanyaan saya sedikit lagi tuan?" Pinta Sipenanya.
"Ya, ya.... silakan."
"Begini tuan (Kata Sipenanya) bagi pengertian saya, seorang Nabi pun tidak berhak menyusun kitab suci semaunya sendiri. Kalau alQur'an itu memang benar dari Tuhan, maka siapa pun tidak boleh ikut campur dalam urusan itu. Lalu, mengapa anda katakan bahawa barangkali Nabi belum sempat?"
Terperanjat juga Sang Guru ini mendengar kata kata Sipenanya. Tapi ia belum faham apa bebenarnya maksud Sipenanya ini. Maka dengan sedikit hairan, kerana ia memang berusaha menutupnya, ia bertanya.
"Kenapa ia tidak boleh menyusunnya?"
"Laa.....tadi, diwaktu anda menjelaskan rukun Islam dan rukun Iman mengatakan bahawa Nabi itu adalah wakil Tuhan, bukan begitu?" Soal sipenanya.
"Ya, benar." Jawab Sang Guru pendek.
"Nah......kalau begitu, kerana dia wakil Tuhan, maka bolehkah ia mengatur dan menyusun sendiri firman firman Tuhan itu tuan? Bolehkah wakil Tuhan mengatur dan menyusub firman Tuhan?" Sipenanya terus mendesak.
"Katakanlah tidak boleh, tapi dalam penyusunan itu tak akan terpengaruhi isinya dan tujuannya alQur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia, tuan." Sang Guru berusaha menjelaskan posisi alQur'an.
"Aneh.....aneh juga agama tuan ini (keluh Sipenanya). Kenapa Tuhan anda tidak melakukan penyusunan itu dan mengesahkannya pada manusia."
"Yah.......katakanlah itu sebagai tugas manusia." Sang Guru ingin lebih meyakinkan Sipenanya.

Sunday, June 14, 2009

SIAPA YANG MENYUSUN ALQUR'AN? SIAPA YANG MENYURUHNYA?


"Baik, terima kasih. Sebenarnya keganjilan itu ada diantara dua alternatif. Kesalahan anda dalam memantau sejarah alQur'an, atau memang, seperti yang saya ucapkan adalah suatu keganjilan yang dilakukan sahabat Nabi."
"Err....maaf.(Sela Sang Guru) Coba anda terangkan secara lebih jelas, apa maksud anda sebenarnya?"
"Begini tuan, anda mengatakan bahawa Islam berdasarkan alQur'an dan hadits Nabi. Bukankah begitu?"
"Ya, benar." Jawab Sang Guru.
"Akan tetapi (lanjut Sipenanya), ketika saya menanyakan kepada anda 'apa alQur'an itu', anda mengatakan bahawa Ia adalah kumpulan firman firman Tuhan yang diwahyukan kepada Nabi dan disusun oleh -atau disusun atas idea- Utsman bin Affan sebagai salah satu sahabat besar. Bukankah begitu?"
"Benar" Sang Guru membenarkan.
"Nah, sekarang saya mau bertanya. Apakah Nabi tidak menyusunnya?" Tanya Sipenanya.
"Tidak." Jawab Sang Guru. Dan ia tak mungkin menjawab bahawa Nabi telah menyusunya. Sebab, yang ia kenal alQur'an yang ada sekarang adalah mushhaf Utsmani, bukan Mushhaf Muhammadi.
"Nah kalau begitu, kalau Nabi tidak mengumpulkan, bererti salah satu dasar dari agama Islam, yakni hadits, tidak menyuruh untuk menyusunnya. Lalu kenapa sahabat besar beliau menyusunnya? Bukankah hal itu bertentangan dengan sunnah sendiri? Dan juga bertentangan dengan kehendak Tuhan? Sebab, ketika Nabi tidak menyusunya bererti tidak ada perintah dari Tuhan, sebab Nabi adalah duta Tuhan?"
"Oh.....tidak, tidak tuan, tidak demikian permasaalahannya" getus sang Guru.
"Kenapa?"
"Sebab hal itu baik dan tidak ada larangannya." Jawab Sang Guru. Pendek.
"Tapi, kan tak ada dalil bolehnya, Tuan?" Sipenanya mendesak.
"Walhasil baik dan tak ada larangannya." Jawab sang Guru. Memang Sang Guru ini akan menjawab ada, sebab dia teringat sebuah hadits yang menyuruh kaum Muslimin mengikut sunnah Nabi dan para Khulafa'ur Rasyidin. Akan tetapi terfikir olehnya sendiri bahawa hal itu tidak mungkin, sebab akan ada suatu selain alQur'an dan hadits, sebagai dasar Islam. Yang tentu akan dijadikan masaalah oleh Sipenanya ini, yaitu soal Khulafa'ur Rasyidin itu. Lebih lebih sekarang ia dipertemukan kepada dua perbuatan yang berbeda yang datang dari Nabi dan Khulafa'ur Rasyidin.
"Bukan begitu tuan, (kata Sipenanya) disini saya melihat suatu keanehan. Sebab bagi pengertian saya, yang namanya kitab suci, tidak mungkin tidak tersusun dan tetap berserakan diantara dedaunan, kulit kulit kayu atau tulang."
"Yah..... Barangkali Nabi belum sempat menyusunya." Sang Guru beralasan dengan sedikit ragu terhadap jawababnya itu.

Tuesday, June 9, 2009

ANTARA GOLONGAN YANG BERPERANG SALAH SATUNYA PASTI SESAT ATAU.......

"Alasan Pertama (kata Sipenanya):"
"Anda tadi menukilkanbeberapa ayat yang intinya menyatakan dan memberitahukan kepada Nabi bahawa disekeliling beliau ada orang orang munafik, iaitu orang orang yang melakukan apa yang mesti dilakukan oleh orang orang Muslim. Dan kerana Nabi dalam ayat itu, tidak mengetahui siapa mereka, apalagi orang orang Muslim yang lain. Dan dari ayat itu juga bisa diambil perhatian bahawa orang orang munafik itu begitu taat dan sholeh sehingga Nabi sendiri tidak dapat membaca mereka. Barangkali kerana kecanggihan mereka itulah ayat ayat yang anda nukil tadi memgatakan bahawa mereka sangat keterlaluan dalam kemunafikan mereka.
"Alasan kedua adalah: dalam kenyataan sejarah Islam yang menyedihkan, kata anda, adalah adanya beberapa peperangan yang terjadi dikalangan sahabat sahabat Nabi sepeninggalan beliau. Dan sudah tentu ratusan atau ribuan korban telah jatuh dalam kejadian kejadian itu. Menurut saya, saya rasa mustahil golongan yan g sama sama benar, berperang. Dan kalau logoka saya ini masuk, maka setiap dua golongan yang bertikai mestilah yang salah atau semuanya salah. Sebab, sesama golongan sesat bisa saja berperang. Dan peperangan itu kata anda , telah terjadi beberapa kali. Kalau demikian hal nya maka Islam ini telah di transfer oleh orang orang yang sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, mereka bukan lagi pencuri, pembohong atau orang orang yang makan berdiri dan semacamnya, sehingga hadits mereka lemah dan tertolak. Akan tetapi mereka adalah pembunuh. Dan bahkan mereka adalah pembunuh yang membanggakan diri. Sebab dalam peperangan apapun, membunuh adalah salah satu kenengan yang membanggakan. Kalau yang membawa Islam pertamakali sedemikian keadaannya maka seshoheh apapun perawi berikutnya masih sulit untuk doterima kebenarannya. Apalagi sudah saya katakan bahawa perawi perawi berikutnya pun tidak dapat dikatakan sholeh dengan sebenarnya-seratus persen- sebab sebagaimana maklum, kata agama anda yang tahu masaalah lahir dan bathin adalah hanya Tuhan.
"Dengan dua dalil ini saja, kalau agama anda dan kitab anda benar, maka barangkali ada suatu pemahaman lain tentang ayat yang anda nukilkan tadi, iaitu yang mengatakan bahawa mereka atau para sahabat itu telah diredhai Tuhan."
Tersudut lagi! Wah...Sang Guru kepepet lagi, dan tidak dapat berkata apa apa. Kerana ia terdiam, maka Sipenanya menerukan kata katanya.
"Tuan! Ada satu lagi, tapi sebelum saya utarakan apakah tuan tidak marah kalau saya, dari kata kata anda, menajukan suatu keganjilan yang dilakukan sahabat besar seperti yang anda ucapkan?" Sejenak Sipenanya menunggu jawapan Sang Guru yang walaupun agak terlambat, akhirnya ia persilakan.
"Silakan saja, tuan" kata Sang Guru yang sedikit tersendat. Sipenanya tak peduli lagi, ia terus saja mempersoalkan permasalahan permasaalahnya.