BEGITU AKU TERMANGU TIKA KU TAU KAU PERGI, RENDRA KU
SAAT MANA PUISI MU SANGAT KU RINDU
TAK KU TAU APA KAN KU UCAPKAN
APA KAN KU KATAKAN BUAT DIRIKU
APAKAH HANYA SEBUAH BELASUNGKAWA
ATAU SECICIP DOA BUAT KEPERGIANMU
ATAU SEBUAH RASA RINDU YANG TAK TERUNGKAPKAN?
RENDRA KU
DIMANA AKAN KUCARI PAMAN DOBLANG MU
YANG TERPENJARA DALAM JERIJI TAK TERLIHAT
DIMANA AKAN KU CARI PELACUR PELACUR MU
YANG MERANGKAN SETIAP GANG BERDEBU DIKOTAMU
DIMANA AKAN KU CARI PARA PENCOPETMU
YANG SELALU DI BURU DAN SENTIASA DIBURU KELAPARAN
DIMANA AKAN KU CARI RAJAWALIMU
YANG KIAN TINGGI DAN TINGGI DAN TINGGI
DIMANA AKAN KU CARI SI BURUNG MERAK MU
YANG TAK SEMPAT MENGEMBANGKAN EKORNYA
APAKAH MEREKA AKAN SIRNA BERSAMA PEMERGIANMU?
BELASUNGKAWA DAN DIRGAHAYU
AKU TIDAK TAU YANG MANA PALING UTAMA
APABILA KEHENDAK TUHAN MENJEMPUT MU
SEJAHTERALAH
SEJAHTERALAH
RENDRAKU
SIBURUNG MERAK
DISISI TUHANMU YANG MAHA MENYINTAI
DAN SENTIASA SANGAT MENYINTAI.
AMIN......
14 AGUSTUS 2009
Thursday, August 13, 2009
Thursday, August 6, 2009
W.S.RENDRA......
Tuesday, August 4, 2009
BEER BUKAN ARAK.....RONNIE LIU.
HASSAN ALI........KENAPA MELATAH........!
PERKARA CIPUT MACAM TU PUN BOLEH BUAT SIDANG AKHBAR?
umNO bN GELAK LER, JOLOK SIKIT AJE PIMPINAN PAS DAH MELATAH.....
TAK BOLEH BAWAK BINCANG SESAMA EXCO KER? MACAM NIE KER NAK PERINTAH MALAYSIA. SITI SIKIT MELENTING
MACAM umNO GAK.
KAN KE RONNIE TU KAFIR......MANA DIA TAU, TUGAS KAMU LER BAGI DIA FAHAM. BUKAN SIDANG SIKIT SIKIT SIDANG AKHBAR.....SIUKIT SIKIT SIDANG AKHBAR.....MASING MASING NAK TUNJUK KUASA LEBIH..
.. KALAU BOLEH BINCANG BAWAK BINCANG LA.....ISU TU KECIK SANGAT.
PERKARA CIPUT MACAM TU PUN BOLEH BUAT SIDANG AKHBAR?
umNO bN GELAK LER, JOLOK SIKIT AJE PIMPINAN PAS DAH MELATAH.....
TAK BOLEH BAWAK BINCANG SESAMA EXCO KER? MACAM NIE KER NAK PERINTAH MALAYSIA. SITI SIKIT MELENTING
MACAM umNO GAK.
KAN KE RONNIE TU KAFIR......MANA DIA TAU, TUGAS KAMU LER BAGI DIA FAHAM. BUKAN SIDANG SIKIT SIKIT SIDANG AKHBAR.....SIUKIT SIKIT SIDANG AKHBAR.....MASING MASING NAK TUNJUK KUASA LEBIH..
.. KALAU BOLEH BINCANG BAWAK BINCANG LA.....ISU TU KECIK SANGAT.
Monday, July 27, 2009
MAZHAB PECINTA Keluarga Nabi
Saturday, July 25, 2009
APA YANG SAYA INGINKAN....

Bagi saya, tidak terlalu penting bahawa jawaban kita terhadap beberapa pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh sang guru tadi, sama dan serupa. Sebab yang paling saya pentingkan adalah adanya saling pengertian dikalangan sesama kaum muslimin. Adanya keterbukaan dan saling tegur sapa. Diskusi diskusi dingan dan terbuka diantara sesama muslimin yang berlainan madzhab dan aliran, sangat menunjang akan adanya ketawadhukan dalam hati. Sehingga sifat "aku saja yang benar dan betul" dalam erti memaksakan pendapatnya kepada orang lain, tidak akan lagi pernah menyentuh kalbu. Sehingga dengan itu semua kita sama sama merasa takut dan khuatir. Khuatir akan tidak sesuainya yang kita pegang dengan yang Allah kehendaki. Atau khuatir akan mendapat murka Allah kerana kita belum sepenuhnya mengamalkan aliran yang kita pegang atau yang bahkan kita banggakan.
Thursday, July 23, 2009
MENJEJAK KEBENARAN.....

"Saya fikir, sebagai langkah pertama, kita harus cari siapa yang dimaksudkan dengan 'orang orang yang berpengetahuan dalam ayat tadi." Jawab sang Guru dengan mantap. Tapi, dalam wajahnya yang sudah mulai keriput itu nampak bahawa ia dalam keadaan sedih dan cemas. Yah....... cemas kerana takut tidak dapat menemukan yang akan dicari.
Begitulah, pada pagi hari setelah beberapa hari berselang hari terjadinya dailog tersebut, sang Guru dengan diseretai beberapa orang murid pergi meninggalkan kota tempat ia mengajar. Padang pasir yang luas, panas dan ganas dihadapan mereka tidak menjadi penghalang pemergian mereka. Ya.......mereka pergi untuk mencari....mencari......dan terus mencari sesuatu yang dapat menyelamatkan mereka dari gurun akhirat yang jauh lebih panas dan ganas serta amat meneramkan. Dihari yang pada hari itu tidak lagi kita dapat memperbaiki kekeliruan kita.
DUHAI TUAN!......KALAU TANGAN ANDA BERGETAR KETIKA MEMBACA CERITA INI, BERERTI ANDA BELUM BERSEDIA MENGADAKAN PENCARIAN......MAKA DALAM KEADAAN YANG LEBIH TENANG, ANDA BACALAH SEKALI LAGI DAN SEKALI LAGI .........DAN SEKALI LAGI........DAN YANG PENTING.....JANGANLAH ANDA MEMANDANG DIRI ANDA ADALAH SUATU SOSOK YANG PENTING DALAM AGAMA......SIAPA PUN ANDA......SIAPA PUN.......SEBAB, KALAU HAL ITU TIDAK DAPAT DIHILANGKAN, MAKA AKAN SERASA SULIT UNTUK MERENUNGI KISAH INI SECARA TERBUKA DAN OBJEKTIF.
Begitulah, pada pagi hari setelah beberapa hari berselang hari terjadinya dailog tersebut, sang Guru dengan diseretai beberapa orang murid pergi meninggalkan kota tempat ia mengajar. Padang pasir yang luas, panas dan ganas dihadapan mereka tidak menjadi penghalang pemergian mereka. Ya.......mereka pergi untuk mencari....mencari......dan terus mencari sesuatu yang dapat menyelamatkan mereka dari gurun akhirat yang jauh lebih panas dan ganas serta amat meneramkan. Dihari yang pada hari itu tidak lagi kita dapat memperbaiki kekeliruan kita.
DUHAI TUAN!......KALAU TANGAN ANDA BERGETAR KETIKA MEMBACA CERITA INI, BERERTI ANDA BELUM BERSEDIA MENGADAKAN PENCARIAN......MAKA DALAM KEADAAN YANG LEBIH TENANG, ANDA BACALAH SEKALI LAGI DAN SEKALI LAGI .........DAN SEKALI LAGI........DAN YANG PENTING.....JANGANLAH ANDA MEMANDANG DIRI ANDA ADALAH SUATU SOSOK YANG PENTING DALAM AGAMA......SIAPA PUN ANDA......SIAPA PUN.......SEBAB, KALAU HAL ITU TIDAK DAPAT DIHILANGKAN, MAKA AKAN SERASA SULIT UNTUK MERENUNGI KISAH INI SECARA TERBUKA DAN OBJEKTIF.
Tuesday, July 21, 2009
LALU, SIAPAKAH ORANG ORANG YANG BERPENGETAHUAN ITU...?

"Lalu, (kata seorang murid seterusnya) siapakah orang orang yang berpengetahuan atau ar rasyikun itu, guru?"
"Itulah yang harussaya selidiki. Dan saya rasa dalam hadits akan dapat dijumpai." Jawab sang Guru.
"Guru, barangkali perbedaan pendapat itu adalah rahmat. Sebab, dulu guru pernah membacakan sebuah hadits pada kami bahawa nabi pernah bersabda: Perbedaan pendapat ummatku adalah rahmat." Ujar sang murid lagi.
"Wah........itu dulu, sekarang kita harus fikirkan lagi tentang hadits itu. Apakah hadits itu sahih atau tidak, atau bahkan mengandung makna yang lain." Jawab sang guru.
"Kenapa begitu guru?" Soal seorang murid kebingungan.
"Muridku, (kata sang guru) apakah mungkin dikatakan sebagai suatu rahmat kalau segolongan dengan segolongan yang lain saling mensyirikkan, membid'ahkan, menyesatkan, mentidakislamikan, menyalahkan dan sebagainya? Apakah agama yang satu dan suci mengandungi hal hal seperti itu? Tidak, tentu tidak. Agama Islam hanya satu suara. Kalau haram, ya haram. Kalau bid'ah ya bid'ah dan seterusnya. Agama Islam tidak akan suci lagi kalau dinodai semacam tadi. apalagi dibanggakan kata kata rahmat tadi."
"Guru, apakah mungkin Islam satu suara dan kaum Muslimin menyuarakannya?" Tanya sang murid yang lain.
"Bukan mungkin lagi tapi bahkan MESTI. Dan bagi saya tak peduli orang orang, baik kafir atau Muslim, mengikutinya atau tidak." sang guru menjawab tegas.
"Lalu bagaimana caranya guru?" Tanya simurid lagi.
"Itulah yang harussaya selidiki. Dan saya rasa dalam hadits akan dapat dijumpai." Jawab sang Guru.
"Guru, barangkali perbedaan pendapat itu adalah rahmat. Sebab, dulu guru pernah membacakan sebuah hadits pada kami bahawa nabi pernah bersabda: Perbedaan pendapat ummatku adalah rahmat." Ujar sang murid lagi.
"Wah........itu dulu, sekarang kita harus fikirkan lagi tentang hadits itu. Apakah hadits itu sahih atau tidak, atau bahkan mengandung makna yang lain." Jawab sang guru.
"Kenapa begitu guru?" Soal seorang murid kebingungan.
"Muridku, (kata sang guru) apakah mungkin dikatakan sebagai suatu rahmat kalau segolongan dengan segolongan yang lain saling mensyirikkan, membid'ahkan, menyesatkan, mentidakislamikan, menyalahkan dan sebagainya? Apakah agama yang satu dan suci mengandungi hal hal seperti itu? Tidak, tentu tidak. Agama Islam hanya satu suara. Kalau haram, ya haram. Kalau bid'ah ya bid'ah dan seterusnya. Agama Islam tidak akan suci lagi kalau dinodai semacam tadi. apalagi dibanggakan kata kata rahmat tadi."
"Guru, apakah mungkin Islam satu suara dan kaum Muslimin menyuarakannya?" Tanya sang murid yang lain.
"Bukan mungkin lagi tapi bahkan MESTI. Dan bagi saya tak peduli orang orang, baik kafir atau Muslim, mengikutinya atau tidak." sang guru menjawab tegas.
"Lalu bagaimana caranya guru?" Tanya simurid lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
